Fishiva's Blog

Just A Experiment Blog

NIZAR, ANANG, IKE, ENDANG, FITRI DAN DEVI

Percobaan larutan elektrolit dan non elektrolit
Kelas x-f

Nama anggota:
1. Ahmad Nizar
2. Anang Pebrianto
3. Ike Purwanti
4. Endang Turini
5. Fitri
6. Devi

MADRASAH ALIYAH NEGERI REJOTANGAN TULUNGAGUNG

 Judul Percobaan
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit.
 Tujuan Percobaan
Mengidentifikasi berbagai larutan elektrolit dan non elektrolit.
 Dasar Teori
A. LARUTAN
Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik Larutan terdiri atas dua komponen, yaitu komponen zat terlarut dan pelarut.
• Komponen dengan jumlah yang sedikit biasanya dinamakan zat terlarut.
• Pelarut adalah komponen yang jumlahnya lebih banyak atau yang strukturnya tidak berubah.
Contoh:
• 25 gram garam dapur dalam 100 gram air; air disebut pelarut, sedangkan garam dapur (NaCl) sebagai zat terlarut.
• Sirup (kadar gula 80 %); gula pasir merupakan komponen paling banyak daripada
air akan tetapi gula dinyatakan sebagai zat terlarut dan air sebagai pelarut, sebab struktur air tidak berubah (wujud: cair), sedangkan gula berubah dari padat menjadi cairan Larutan dapat digolongkan berdasarkan:
1. Wujud pelarutnya; yaitu terdiri atas larutan cair (contoh: larutan gula, larutan garam); larutan padat (contoh: emas 22 karat merupakan campuran homogen antara emas dan perak atau logam lain); larutan gas (contoh: udara).
2. Daya hantar listriknya; yaitu larutan elektrolit (dapat menhantarkan arus listrik) dan larutan non-elektrolit (tidak dapat menghantarkan arus listrik).
LARUTAN
Larutan
Cair
Larutan
padat
Gas
Elektrolit Non elektrolit
Wujud pelarut Daya hantar listrik
• Larutan
• Zat terlarut
• Pelarut
• Daya hantar listrik
• Ion

maka zat yang dapat larut dalam air adalah:
a. Senyawa ion, contoh NaCl, partikelnya terdiri atas ion posirif (Na+) dan ion negative (Cl–). Sedangkan air adalah senyawa kovalen polar yang partikelnya terdiri atas molekulmolekul H2O yang memiliki muatan parsial positif ( ) dan negatif (􀁇􀀐). Mekanisme pelarutan NaCl dalam H2O
Molekul H2O akan mengelilingi permukaan kristal NaCl. Muatan parsial positif(􀀎) dari molekul H2O akan tertarik ke ion Cl_ yang ada pada bagian luar kristal. Begitu juga dengan muatan parsial negatifnya () akan tertarik ke ion Na+
b. Senyawa kovalen polar, contoh C2H5OH (etanol) dapat larut dalam air karena molekul-molekul C2H5OH dan air sama-sama memiliki muatan parsial positif dan negatif. Keduanya akan tertarik satu sama lain.
B. ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
Salah satu sifat larutan yang penting ialah daya hantar listrik. Oleh karena itu kita akan membahas larutan elektrolit dan non elektrolit. Elektrolit adalah zat yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutannya disebut larutan elektrolit.
Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik? Hal ini disebabkan elektrolit terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air. Akan tetapi mengapa lelehan senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan lelehan (tanpa air; wujudnya cair) senyawa kovalen polar tidak dapat menghantarkan arus listrik? Pada tahun 1984, Svante August Arrhenius berhasil menjelaskan bahwa elektrolit dalam pelarut air dapat terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan non elektrolit dalam pelarut air tidak terurai menjadi ion-ionnya.
• Senyawa ion akan terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air.
Contoh: NaCl (s)
􀁿􀁿H2O(l)􀁿􀁯
Na+ (aq) + Cl_ (aq)
Senyawa ion baik dalam pelarut air maupun dalam bentuk lelehannya dapat menghantarkan arus listrik.
• Senyawa kovalen polar dapat menghantarkan listrik dalam pelarut air karena molekul-molekulnya akan terurai menjadi ion-ionnya.
Contoh: CH3COOH (aq) H+(aq) + CH3COO_(aq)
Akan tetapi senyawa kovalen polar yang lain, seperti gula (C12H22O11) tidak dapat menghantarkan listrik dalam pelarut air. Hal ini disebabkan molekul-molekul C12H22O11 tidak dapat terurai menjadi ion-ion dalam pelarut air. Jadi senyawa kovalen polar dapat berupa elektrolit maupun non-elektrolit Bersifat elektrolit jika dapat bereaksi dengan pelarut air (terhidrolisis). Zat-zat yang tergolong elektrolit yaitu asam, basa, dan garam. Larutan cuka yang merupakansenyawa kovalen polar
1. Daya hantar listrik senyawa ion dan senyawa kovalen polar
Daya hantar listrik senyawa ion dan senyawa kovalen polar bergantung pada wujudnya.
a. Senyawa ion
• Padatan: Tidak dapat menghantarkan arus listrik. Sebab, dalam padatan, ionionnya tidak bergerak bebas.
• Lelehan: Dapat menghantarkan listrik. Sebab, dalam lelehan, ion-ionnya dapat bergerak relatif lebih bebas dibandingkan ion-ion dalam zat padat.
• Larutan (dalam pelarut air): Dapat menghantarkan listrik. Sebab, dalam larutan, ion-ionnya dapat bergerak bebas.
b. Senyawa Kovalen Polar:
• Padatan: Tidak dapat menghantarkan listrik, karena padatannya terdiri atas molekulmolekul netral meski bersifat polar.
• Lelehan: Tidak dapat menghantarkan listrik, karena lelehannya terdiri atas molekulmolekul netral meski dapat bergerak bebas.
• Larutan (dalam air) : Dapat menghantarkan listrik, karena dalam larutan molekulmolekulnya dapat terhidrolisis menjadi ion-ion yang dapat bergerak bebas. Daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya.
b. Elektrolit kuat dan elektrolit lemah
1. Elektrolit kuat, adalah zat elektrolit yang terurai sempurna dalam air. Daya hantar listriknya relatif baik walaupun konsentrasinya relatif kecil. Tergolong elektrolit kuat yaitu:
1) Asam-asam kuat, seperti : HCl, HClO3, H2SO4, HNO3, dan lain-lain.

c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2, dan lain-lain
Kuat atau lemahnya suatu elektrolit, secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan derajat ionisasi/derajat disosiasi:
 Fungsi Perlakuan
Larutan elektrolit bisa berupa senyawa kovalen atau senyawa ionik. Senyawa ini dalam bentuk murni bukan penghantar listrik yang baik, tetapi apabila senyawa tersebut dilarutkan di dalam air maka akan menghasilkan larutan larutan yang bisa menghantarkan listrik.
 Pembahasan
NO LARUTAN NYALA KETERANGAN
1 SABUN YA LARUTAN ELEKTROLIT KUAT
2 NACL YA LARURAN ELEKTROLIT KUAT
3 CUKA YA LARUTAN ELEKTROLIT
 Kesimpulan
Dapat di simpulkan bahwa larutan di bedakan menjadi dua,yaitu larutan elektrolit dan non elektrolit . dan juga dapat mengetahui tentang contoh-contoh larutan elektrolit maupun nonelektrolit.Dari percobaan tersebut kita dapat mengetahui bahwa sabun,NACL,cuka,dapat menghantarkan listrik karena termasuk larutan elektrolit.

« X F


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: